DARI PENGUSAHA DAN PEMILIK KLUB ITULAH ERICK THOHIR

Nama Erick Thohir melesat dikalangan pemula sesudah dianya sukses jadikan Indonesia menjadi tuan-rumah Asian Games 2018. Tapi di kelompok entrepreneur serta penggemar bola, namanya telah lebih dulu diketahui. Keberhasilannya pemilik perusahaan yang berjalan di industri entertaintment serta alat jadi ide buat beberapa entrepreneur muda. Sedang buat penggemar bola, Erick diketahui sebab dianya sempat jadi presiden club Inter Milan asal Italia.

DARI PENGUSAHA DAN PEMILIK KLUB ITULAH ERICK THOHIR

Potensi Erick menjadi seseorang entrepreneur memang tidak disangsikan kembali. Beberapa alat, baik itu berbentuk situs berita, radio ataupun stasiun tv ada dibawah kendalinya. Beberapa club berolahraga dalam serta luar negeri sempat juga ia kuasai.

Buat yang ingin kenal figurnya lebih jauh, inilah beberapa bukti dari beberapa sumber mengenai cerita sukses figur Erick Thohir tersebut:

Mandiri Walau Orang Tua Tajir 

Erick Thohir terlahir pada 30 Mei 1970 di keluarga yang cukuplah ada. Ayahnya adalah Mochamad Thohir atau yang lebih diketahui menjadi Teddy Thohir. Seseorang entrepreneur kaya yang masuk dalam deretan orang paling kaya di Indonesia pada eranya.

Dilahirkan dalam keluarga yang berkecukupan, Erick tidak lalu jadi figur yang malas serta cuma dapat habiskan uang saja. Rupanya semenjak kecil, sang bapak memang mendidik Erick dan ke-2 saudaranya untuk dapat mandiri serta jadi seseorang enterpreneur.

Dari kecil, talenta usaha Erick juga tampak. Di Umur 9 tahun, usaha pertamanya telah digerakkan. Biji karet juga jadi komoditi yang ia gunakan. Karena saat itu, permainan dengan biji karet tengah popular di kelompok teman-temannya. Inspirasi jual biji karet itu muncul sebab Erick serta ke-3 temannya terasa iba pada orang kakek penjual biji karet. Biji karet sekitar satu karung juga dibeli. Uang mereka bisa hasil dari patungan memecah celengan jago semasing.

Jumlahnya biji karet yang dipunyai rupanya membuat keempatnya jemu bermain. Tidak mau terbuang percuma, mereka lalu menjualnya di dekat lapangan bola daerah Tebet Timur. Namanya pun masih tetap anak-anak. Hasil penjualan yang tidak berapa itu juga selesai jadi siomay.

Statusnya menjadi anak seseorang entrepreneur populer pun tidak lalu membuat malas meniti pendidikan. Dibandingkan cuma habiskan uang untuk bersenang-senang, pria 49 tahun itu lebih pilih untuk menginvestasikannya dalam dunia pendidikan. Amerika juga diambil menjadi tempatnya untuk menimba pengetahuan.

Tamat SMA, Erick pergi ke negeri Paman SAM untuk meneruskan pendidikannya di Glendale University. Tidak senang cuma menyandang titel sarjana, anak pasangan Teddy Thohir serta Edna Thohir ini meneruskan pendidikan serta mendapatkan titel Master of Bussiness Administration di Kampus Nasional California pada 1993.

Membangun Kerajaan Usaha Sendiri 

Mempunyai seseorang bapak seseorang entrepreneur terkenal, Erick memulai karier menjadi entrepreneur di bagian makanan. Pulang dari Amerika dengan titel MBA, Erick muda mengurus usaha restoran bernama Proton serta Hanamasa yang disebut warisan dari sang bapak.

Usaha dengan terlibat sang bapak rupanya tidak membuat alumni Glendale University ini terasa senang. Dengan Wisnu Wardhana, R Harry Zulnardy serta Muhammad Lutfi, satu perusahaan yang beroperasi di sektor trading dibangun. Kemahiran dari semasing pendirinya membuat perusahaan ini berkembang secara cepat.

Dari perusahaan trading itu, Lutfi serta Erick rupanya tertarik dengan usaha dunia Alat. Lewat Mahaka Alat, mereka juga berjalan pelan-pelan kuasai market alat di Indonesia. Perusahaan ini adalah induk dari beberapa anak perusahaan yang lebih konsentrasi di bagian hiburan serta alat.

Konsentrasi pada alat serta hiburan, perusahaan ini juga lakukan akuisisi pada Republika pada 2001. Saat itu, media massa itu dalam keadaan krisis serta hampir pailit. Sesudah sukses diakuisisi, Erick juga berupaya untuk membuat kembali konstan. Sedikit pengalaman dalam mengatasi usaha alat, ia lalu menimba pengetahuan pada sang bapak. Tidak hanya pada Teddy, Erick pun tidak enggan untuk belajar pada dua pejabat harian paling besar saat itu. Dahlan Iskan yang menjabat menjadi bos Jawa Pos serta Pendiri harian Kompas Jakob Oetama.

Sesudah menggantikan Republika, pada 2002 Mahaka Alat pun membuat perusahaan alat luar ruangan yang dinamakan Mahaka Advertising. Sayap perusahaan pun makin lebar waktu dunia pertelevisian ikut dijajahi. Jak TV juga dikenalkan bertepatan dengan Jak FM serta Gen FM. Erick pun ikut serta dalam PT Radionet Cipta Karya yang mempunyai beberapa stasiun radio terkenal seperti Female Radio serta Prambors.

Tidak hanya Republika, Harian Indonesia pun ikut diambil alih oleh Mahaka Grup. Namanya juga menjadi Sin Chew-Harian Indonesia. Perihal ini karena pengendalian dan dalamnya berdasarkan perusahaan asal Malaysia, Sin Chew Alat Corporation Berhard. Akan tetapi lalu harian Indonesia ini diambil alih PT. Emas Dua Ribu sebagai partner perusahaan Mahaka Alat. Pengendaliannya juga kembali dikerjakan dengan berdiri sendiri tiada terlibat pihak asing.

Tidak senang cukup dengan Jak TV, Erick lalu menggandeng Anindya Bakrie untuk membangun tvOne. Satu situs berita yang dinamakan Viva.co.id (dahulu Viva News) pun di luncurkan pada 2008. Erick juga sudah sempat menjabat menjadi Presiden Direktur di perusahaan VIVA group punya Bakrie itu.

Tahun 2009 Mahaka Alat juga sudah jadi salah satunya raksasa usaha di Indonesia. Terutamanya dalam dunia alat. Dari mulai koran, majalah, aliran tv, sampai radio ada dibawah kekuasaannya.

Mempunyai sangat banyak usaha alat tidak lalu membuat Erick berhenti serta senang. Di luar bagian alat, suami Elizabeth Tjandra ini pula meningkatkan usaha di bidang lainnya. Satu perusahaan jual beli ticket, design situs situs, sampai periklanan pun ia punya. Tidak hanya Mahaka Alat, Erick pun mempunyai Alif yang semakin banyak berjalan dalam bagian entertainment.

Taktik usaha yang dipakai oleh adik Rika Thohir ini memang tidak main-main. Untuk meningkatkan perusahaan, Mahaka Alat didaftarkan dalam Bursa Dampak Indonesia (BEI) pada 2002. Tidak perlu waktu lama, penghasilan perusahaan juga melesat dari Rp 113 miliar jadi Rp 137 miliar dalam tempo 6 bulan.

Perihal sama pun dikerjakan pada VIVA. Masukkan saham di harga RP 450 per lembar pada November 2011, berlangsung penambahan sampai Rp 590 per lembar pada September 2012. Sesaat pada tengah tahun, dari penghasilan sebesar Rp 464 miliar bertambah jadi 546 miliar. Erick memang populer dengan apa yang diyakininya dalam melakukan tiap-tiap usaha yang dipunyai.

Banyak Berkiprah di Dunia Berolahraga 

Figur Erick Thohir juga jadi banyak pembicaraan di kelompok pelaku bisnis bersamaan peusahaannya yang makin menggurita. Akan tetapi nyatanya, tidak hanya entrepreneur, beberapa penggemar olah raga banyak juga yang kenal dengan figur Thohir. Tidak hanya masalah usaha, Erick dikenal juga sebab kecintaannya pada olah raga. Demikian cintanya, ia tidak enggan untuk memberikan dana. Satu club basket bernama Mahaka Satria Muda Jakarta serta Mahaputri Jakarta juga dibangun. Diluar itu, Erick pun mempunyai menjabat menjadi Wakil Komisaris Penting PT Persib Bandung Bermartabat.

Pada periode 2006 sampai 2010 ia sempat juga ditunjuk menjadi ketua umum Persatuan Bola Basket Semua Indonesia (PERBASI). Bahkan juga, Erick sudah sempat 2x menjabat menjadi Presiden Southeast Asia Basketball Association (SEABA) atau Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara, yaitu dari 2006 sampai 2014.

Bukan sekedar di Indonesia serta Asia, bapak empat anak ini pula beli beberapa club terkenal di benua Eropa serta Amerika. Satu club sepakbola asal Amerika Serikat, DC United sempat ada dibawah kendalinya. Saham sebagian besar club sepak bola yang bermain di Liga Penting Amerika Serikat serta Kanada itu dimilikinya dengan Jason Levien.

Saat masuk dengan DC United, Erick sempat juga ikut serta dalam proses pembangunan kandang baru, Audi Field. Akan tetapi sesudah enam tahun masuk, Erick pilih untuk melepas semua sahamnya pada pertengahan 2018 yang lalu. Sebelum mempunyai DC United, nyatanya Erick sudah terlebih dulu beli 15 % saham di Philadelphia 76ers, satu club basket NBA. Akan tetapi kepemilikan itu tidak lama, cuma berjalan satu tahun. Dengan Handy Soetodjo, dianya jadi masyarakat Asia pemilik club NBA yang pertama.

Rupanya, fakta Erick tidak lama jadi pemilik saham di Philadelphia 76ers ialah sebab Inter Milan. Sahamnya di club NBA itu di jual untuk beli club yang bermain di Liga Italia itu.

Mengurus Saham serta Club Bertepatan 

Pada tahun 2013, jalannya ini banyak mengagetkan publik. Namanya juga makin diketahui semakin banyak kelompok penggemar berolahraga. Ditambah lagi, Erick kuasai 70 % saham club yang bermarkas di Stadion San Siro itu.

Sudah sempat menjabat menjadi Presiden club, pada 2016 Erick jual beberapa sahamnya pada Group Suning yang datang dari China. Lalu pada Januari 2019, Ketua Team Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin ini akan memutuskan untuk jual sahamnya serta melepas team berjuluk I Nerazzurri itu.

Akan tetapi nama Erick Thohir betul-betul meledak di penduduk pemula waktu dianya sukses menyukseskan Asian Games 2018 di Jakarta serta Palembang. Ditunjuk menjadi ketua Panitia Asian Games 2018 (Inasgoc), Erick juga mempertontonkan kepiawaiannya.

Dengan terbatasnya waktu persiapan yang termasuk sempit, acara besar itu sukses diselenggarakan dengan kemeriahan yang mengagumkan. Dibuka dengan meriah, ketertarikan penduduk pada Asian Games meledak. Pujian juga banyak yang datang baik dari dalam ataupun luar negeri.

Keberhasilan Erick dalam mengurus klub-klub terkenal itu tidak terlepas dari mimpi serta cita-citanya. Ia ingin jadikan Olah raga bukan sebatas hoby belaka. Tetapi pun ladang usaha basah buat beberapa pemilik club dan atlet.

Karier Dunia Politik 

Rekam jejak Erick dalam dunia politik memang sedikit tampak. Dianya baru betul-betul terjun ke dunia politik praktis waktu ditunjuk menjadi Ketua Team Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Penunjukan ini rupanya adalah kemauan Jokowi dengan cara langsung. Capres petahana ini rupanya suka dengan keberhasilan Erick dalam mengurus acara Asian Games pertengahan tahun kemarin. Tangan dinginnya dipandang dapat memberi warna lainnya dalam waktu kampanye kesempatan ini.

Beberapa pihak pun menyangsikan terpilihnya Erick menjadi Ketua TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Karena, Erick benar-benar sangat minim pengalaman dalam bagian politik praktis. Akan tetapi rupanya, buat Jokowi itu bukan permasalahan. Karena, yang dibutuhkan ialah masalah bagaimanakah cara mengurus kampanye yang baik hingga kepopulerannya di mata penduduk dapat bertambah.

Kecintaan pada Usaha serta Berolahraga Dapat Mengantar Kita ke Jalan Keberhasilan 

Cerita serta pribadi Erick Thohir s mengajari kita selalu untuk fokus pada 1 bagian tapi tidak takut untuk coba beberapa hal baru sebab kita cinta pada perihal itu. Kecintaannya pada usaha serta berolahraga memvisualisasikan semangat seseorang pribadi yang ingin tetap kerja keras sampai diketahui oleh beberapa orang. Jadi jangan sampai takut menguber yang diimpikan dari beberapa hal yang kamu senang.

0 Response to " DARI PENGUSAHA DAN PEMILIK KLUB ITULAH ERICK THOHIR"

Post a Comment